Dugaan kegiatan M Toriq Terkait Jaringan Teroris Di Solo

Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menduga kegiatan M Toriq terkait dengan jaringan teroris di Solo, Jawa Tengah, dan Depok, Jawa Barat. "Sementara memang ada kaitannya Solo, Depok, dan Tambora," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Rikwanto mengatakan, petugas kepolisian masih menelusuri kepastian hubungan struktural antara pelaku teroris di Solo, Depok, dan Toriq yang berlokasi di Tambora, Jakarta Barat. "Lagi didalami apa target selanjutnya yang akan disasar pelaku teroris," ujar Rikwanto.

Berdasarkan informasi, Rikwanto mengungkapkan berkembang istilah poros Solo - Jakarta yang diduga menjadi target teror para pelaku. Rikwanto enggan menyebutkan secara rinci hubungan teroris di Solo, Depok dan Tambora, karena pihak Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri yang mengetahui secara teknis.

Sebelumnya, warga melihat kepulan asap dan mencium bahan yang diduga mesiu di rumah yang dihuni Toriq di Jalan Teratai 7, RT 02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) sekitar pukul 14.30 WIB. Warga sempat mendatangi rumah milik Iyot tersebut, guna mencari penyebab kepulan asap itu, namun Toriq melarikan diri ke arah Jembatan Lima, Tambora.

Polisi menyita barang bukti berupa lembaran panduan merakit bom, tiga kardus yang berisi botol, lakban, dua botol berisi paku, kaleng makanan, baterai, charger telepon selular, potongan pipa dan kabel, serta bahan lainnya. Saat ini, polisi mengamankan istri Toriq, Yanti, bersama anaknya, serta ibundanya, Iyot, sedangkan Toriq diduga melarikan diri.

Awalnya, anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri menembak mati dua orang terduga teroris, Muksin dan Farhan, di Solo, Jawa Tengah, 31 Agustus 2012, kemudian menangkap Bayu di Karanganyar, Jawa Tengah. Selanjutnya, pihak kepolisian meringkus terduga teroris lainnya, Firman, di Depok, Jawa Barat, Rabu (5/9) sekitar pukul 05.30 WIB.