Mitratel Support 5G

Mitratel Support 5G
Mitratel Support 5G

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Partnertel mencatat saham pertama di papan khusus BEI dengan menggunakan code MTEL. Jumlah saham yang dicatat di BEI sekitar 83.515.452.844. Saham yang dicatat itu terbagi dalam penawaran umum pertama atau initial public offering (IPO) 23.493.524.800 dan saham pendiri 60.021.928.044.

Perseroan tawarkan harga saham pertama Rp 800 dengan nilai nominal Rp 228. Dengan begitu keseluruhan dana yang diraup dari IPO Rp 18,79 triliun. Dengan begitu kapitalisasi pasar saham yang tercipta Rp 66,81 triliun. Saat penerapan IPO ini, perseroan sudah menunjuk penjamin eksekutor emisi dampak diantaranya PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Berdikari Sekuritas. Dan yang bertindak selaku penjamin emisi dampak diantaranya PT HSBC Sekuritas Indonesia, PT JP Morgan Sekuritas Indonesia, dan PT Morgan Stanley Sekuritas Indonesia.

Dalam prospektus Partnertel, dana hasil IPO sekitaran 90 % akan dipakai untuk berbelanja modal Perseroan. Rinciannya, sekitaran 56 % dari angka itu akan dipakai untuk berbelanja modal anorganik. Seperti pemerolehan vital portofolio menara berkualitas di Indonesia, khususnya menara yang dipunyai oleh operator telekomunikasi terpenting di Indonesia.

Dan pemerolehan vital produk, tehnologi, dan service baru yang bisa bersinergi dengan usaha persewaan menara Perseroan di Indonesia. Direktur Investasi Partnertel, Hendra Purnama menerangkan, koalisi memang dirasakan perlu dilaksanakan oleh pemain di industri tower sebagai cara efektivitas. Partnertel sendiri tidak batasi faksi mana yang hendak dibidik untuk koalisi atau pemerolehan yang akan datang.

"Koalisi diharap memang terjadi di bidang tower. Dengan koalisi diharap industri tower semakin lebih efektif akan lebih bagus buat pemainnya dalam industri tower," katanya dalam paparan khalayak. "Untuk pemerolehan tersebut, memang 1/2 dari pemakaian dana IPO untuk anorganik. Kita tak terbatas jika ini harus dari Telkomsel atau Telkom, tetapi dapat untuk pemerolehan dari faksi mana saja," lebih ia.

Selainnya untuk berbelanja modal anorganik, Perseroan akan memakai dana IPO untuk berbelanja modal organik. Seperti meningkatkan dan meluaskan jalinan dengan konsumen setia lewat tambahan penyewa kolokasi, yang meliputi beragam pengeluaran berkaitan dengan pengokohan (strengthening) dan tambahan menara yang dipunyai Perseroan sekarang ini.

Selanjutnya pembangunan menara baru dan tambahan site baru, terhitung ongkos sewa tempat baru yang dibuat untuk pesanan build-to-suit beragam operator telekomunikasi besar di Indonesia. Dan pengembangan ke tehnologi dan service yang bisa bersinergi dengan usaha persewaan menara Perseroan, seperti service digital dan fiber.

"Kita memang 5 tahun di depan akan konsentrasi untuk tingkatkan tendensi rasio kita. Disamping itu kita akan meng-grab opportunity, khususnya untuk bidang yang terkait dengan 5G, yakni dapat fiber optic atau IoT, atau infrastruktur yang lain yang dukungan 5G," bebernya.